WAJO SULSEL — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, terjun langsung bersama timnya dalam membuat digester biogas portable (mini) sebagai inovasi pemanfaatan limbah organik menjadi sumber energi alternatif.
Digester biogas portable tersebut dirancang untuk mengolah kotoran sapi melalui proses penguraian menjadi biogas yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti memasak dan kebutuhan lainnya.
A. Fakhrul Rijal B mengatakan, inovasi ini merupakan salah satu langkah nyata DLH Wajo dalam mengubah limbah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.Sabtu (12/9).
“Alhamdulillah, kita mencoba membuat digester biogas portable atau mini. Limbah kotoran sapi kita olah menjadi gas yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya,” ungkapnya.
Untuk tahap awal, Desa Wecudai dijadikan sebagai pilot project pengembangan digester biogas tersebut. Desa Wecudai dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi limbah kotoran sapi cukup besar.
Menurutnya, setelah penerapan di Desa Wecudai berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, teknologi sederhana tersebut akan dikembangkan secara lebih luas.
“Sementara Desa Wecudai kita jadikan pilot project. Selanjutnya kita akan kembangkan lebih luas lagi, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan limbah yang ada di sekitarnya menjadi sumber energi,” jelasnya.
Lebih lanjut, A. Fakhrul Rijal B menjelaskan bahwa bahan baku digester biogas tidak hanya berasal dari kotoran sapi. Berbagai bahan organik lainnya juga dapat dimanfaatkan selama memenuhi karakteristik yang sesuai untuk proses produksi biogas.
Dengan inovasi tersebut, limbah peternakan yang selama ini berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kadis DLH Wajo juga mengajak masyarakat untuk tidak melihat limbah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang.
“Jangan takut biogasnya habis. Selama bahan bakunya tersedia dan terus kita olah, gasnya bisa terus diproduksi. Ternyata yang selama ini kita anggap limbah, di atas tanah justru bisa menjadi sumber energi yang tidak pernah habis selama bahan bakunya terus tersedia,” pungkasnya.
Inovasi digester biogas portable ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung pengelolaan limbah organik, pemanfaatan energi alternatif, pengurangan pencemaran lingkungan, serta mewujudkan Wajo yang lebih bersih dan berkelanjutan.
@ Sultan #












