Wajo  

Pembangunan Destinasi Wisata Batu’E Desa Ciromanie – Keera Diduga Mandek dan Belum Difungsikan

Celebesplusonline.com ( Wajo Sulsel ) — Salah satu pembangunan Destinasi Wisata ala pedesaan mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Wajo yaitu Kolam Wisata Batu’e bertempat di Dusun Bontomare Desa Ciromanie Kecamatan Keera Kabupaten Wajo Provinsi Sulsel.

Pembangunan Desa Wisata mestinya diharapkan dorong kesejahteraan masyarakat dan tidak lagi sebatas bertujuan mendorong pertumbuhan jumlah kunjungan, namun juga kualitas kunjungan menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Namun hingga berita ini ditayangkan pembangunan destinasi wisata tersebut terlihat mandek dan tidak di fungsikan .

Dan ironisnya sesuai imformasi dari warga setempat status tanah yang di tempati membangun kolam wisata tidak jelas,apa milik pemdes atau hibah.

 

Sebagaimana di atur dalam pasal 1 angka 11 UU No 6 tahun 2014 tentang status tanah milik,pemerintah desa asli dari kekayaan desa itu sendiri.

Diketahui di papan kegiatan Kolam Wisata Batue Desa Ciromanie tertera jenis kegiatan pembangunan kolam wisata Batu e dengan volume 1 Unit ( 18 x 14,4 Meter ) dengan jumlah dana cujup pantastis sebanyak Rp.400.000.000,- yang bersumber dari dana APBN 2023.Dimana dalam kegiatan itu yang menjadi penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Desa Ciromanie.

Andi nama samaran,salah satu warga setempat saat di komfirmasi wartawan mengungkapkan, pembangunan kolam wisata Batu e di Dusun Bontomare Desa Ciromanie Kecamatan Keera pembangunannya disorot dikarenakan lokasi wisata tersebut bukan aset Pemerintah Desa Ciromanie yang ditempati membangun akan tetapi hanya milik salah satu warga dari desa tetangga Labawang.

” Sampai saat ini kami belum mengetahui status tanah itu,apakah di kontrak atau di hibahkan dari pemilik lahan tersebut,” ungkap Andi.

Lanjut kata Andi,anggaran empat ratusan juta rupiah untuk pembangunan kolam wisata dianggapnya mubatsir,karena kenapa, pembangunannya diduga tidak sesuai spesifik bangunan dan tidak terselesaikan sampai sekarang dan lebih parah lagi kolam wisatanya tidak memiliki mata air atau sumber air.

” Jika dibandingkan pembangunan destinasi wisata di Desa Lompoloang Kecamatan Pitumpanua dengan aliran dana APBN dan tahun yang sama ,pembangunannya sudah rampung 100 % dan bahkan sudah dinikmati warga setempat sambungnya.

Kepala Desa Ciromanie ,Monika, panggilan akrab saat di hubungi media ini melalui Whatsappnya terkait adanya bantuan pembangunan kolam wisata di wilayahnya mengatakan dia berada di makassar tepatnya di Kanwil ATR/BPN Sulsel rapat,Namun di cek kegiatan tersebut acaranya berlangsung kemarin.Senin (2/10/2023).

Berikut isi Whatsapp Kades Monika ,Sebentarpi kuchatki bosku lg rapatka dulu ama pak kakanwil.

” Kami minta kepada APH untuk turun langsung ke TKP memeriksa pembangunan kolam wisata tersebut yang saat ini di duga mandek pembangunannya,” ungkap seorang warga.

( Tim )