Diduga Bermasalah, Sisa Anggaran 23 Persen Proyek Wisata Bangsalae Jadi Sorotan, Ketua MOI Wajo Akan Laporkan ke APH

celebesplusonline.com//Wajo Sulsel— Pembangunan Destinasi Wisata Bangsalae yang bersumber dari anggaran Tahun 2025 senilai lebih Rp7,5 miliar kini menjadi perhatian publik.

Pasalnya, dari total anggaran tersebut, baru sekitar Rp5 miliar lebih yang telah dicairkan, sementara sekitar 23 persen anggaran lainnya hingga kini belum direalisasikan.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, mengingat proyek tersebut dikabarkan telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara. Dalam praktik pengelolaan keuangan daerah, pencairan anggaran seharusnya mengikuti progres pekerjaan yang telah diverifikasi secara administratif dan teknis.

Secara hukum, ketidaksesuaian antara status pekerjaan yang telah di-PHO dengan sisa anggaran yang belum dicairkan dapat mengindikasikan adanya permasalahan, baik dari aspek administrasi, teknis pekerjaan, maupun potensi ketidakterpenuhinya kewajiban kontraktual oleh pihak pelaksana.

Ketua MOI DPC Kabupaten Wajo, Marsose Gala, menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut.

Ia menyatakan akan melaporkan dugaan kejanggalan ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH) guna dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jika benar terdapat sisa anggaran yang belum dicairkan sementara proyek telah di-PHO, maka patut diduga ada persoalan yang harus diungkap secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.Rabu, 22 April 2026.

Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi teknis, agar tidak menimbulkan spekulasi serta memastikan bahwa pengelolaan anggaran daerah berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pelaksana proyek dari CV Multi Sarana Solution mengenai alasan belum dicairkannya sisa anggaran tersebut.

#Tim Investigas#