Suwardi Thahir Ajak Kandidat Ketua PWI Wajo Berkompetisi Sehat, Jaga Persatuan dan Marwah Organisasi

MAKASSAR SULSEL– Menjelang pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Wajo, Ketua PWI Sulawesi Selatan, H. Suwardi Thahir, mengajak seluruh bakal calon ketua untuk berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi persaudaraan, serta tetap menjaga persatuan dan marwah organisasi.

Menurutnya, setiap anggota yang memiliki niat untuk maju sebagai calon Ketua PWI Wajo dipersilakan membangun komunikasi dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama anggota PWI di Kabupaten Wajo. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperoleh dukungan secara santun dan bermartabat.

Hal itu disampaikan Suwardi Thahir saat kita bincang – bincang di Makassar.Selasa (3/11).

Ketua PWI Sulsel Didampingi Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, DR. Andi Faisal Syam, DR Suwardi juga mengingatkan bahwa proses pemilihan Ketua PWI Wajo nantinya diharapkan berlangsung dalam suasana damai, sejuk, dan penuh kekeluargaan, baik melalui mekanisme pemungutan suara (voting) maupun secara aklamasi.

Ia menegaskan, PWI Sulsel memberikan ruang dan dukungan yang sama kepada seluruh kandidat yang akan berkompetisi, tanpa mengarahkan dukungan kepada salah satu calon tertentu.

“Semua calon yang akan maju kami berikan dukungan. Kami tidak memberikan dukungan hanya kepada seseorang. Silakan berkompetisi secara sehat dengan tetap menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suwardi mengimbau seluruh kandidat agar tidak hanya membangun komunikasi dengan anggota PWI Wajo, tetapi juga mampu menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan PWI ke depan harus mampu menghadirkan semangat kebersamaan, memperkuat profesionalisme wartawan, dan membawa organisasi semakin berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Konfercab bukan sekadar momentum memilih seorang pemimpin, melainkan ruang untuk merawat persaudaraan dan meneguhkan arah perjuangan organisasi.

Siapa pun yang kelak mendapat amanah, hendaknya mampu merangkul seluruh anggota, sebab perbedaan pilihan adalah hal biasa, tetapi persatuan dan marwah PWI merupakan tanggungjawab bersama.

Menang bukan alasan untuk berjarak, kalah bukan alasan untuk berpisah. Sebab, PWI adalah rumah besar insan pers yang harus tetap berdiri dalam semangat solidaritas dan kehormatan profesi, tutupnya dengan senyum. (***)