WAJO, SULSEL – Di tengah sukacita ungkapan syukur atas hasil panen raya, sebuah langkah pembangunan turut mengukir harapan baru bagi Jemaat Gereja Toraja Lauwa Klasis Bone.
Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Herman Arif, meletakkan batu pertama pembangunan rumah jabatan pendeta di Desa Lompoloang, Kecamatan Pitumpanua, Sabtu (31/10/2026).
Peletakan batu pertama tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Syukur Tahunan Umat Nasrani yang berlangsung di pelataran Gereja Toraja Klasis Bone, Jemaat Lauwa.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu berlangsung dalam suasana penuh khidmat, kekeluargaan, dan kebersamaan.
Syukur Tahunan merupakan tradisi rutin umat Nasrani di Desa Lompoloang sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas limpahan berkat dan keberhasilan panen raya. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi ruang mempererat persaudaraan serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Herman Arif, anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pitumpanua–Keera, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial masyarakat.
Ibadah pengucapan syukur Gereja Toraja Jemaat Lauwa Klasis Bone dipimpin oleh Pdt. Hermin Mada, S.Th., dan diikuti sekitar 200 jemaat yang mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati Wajo melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), bersama rombongan, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Andi Pamenneri, Kepala Dinas Perikanan Andi Cakunu, Camat Pitumpanua Arriyanti Marzuki, S.Pt., M.Si., Kapolsek Pitumpanua Kompol Muhammad Anwar, S.Sos., Kepala UPT Irigasi Awo Sahiruddin, Kepala Desa Lompoloang Abd. Rahim, Babinsa Koptu Muheriadi, serta Pimpinan PPL Pertanian Kecamatan Pitumpanua H. Abd. Halim, bersama masyarakat dan jemaat setempat.
Usai ibadah pengucapan syukur, acara dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah jabatan pendeta. Herman Arif turut mengambil bagian dalam prosesi tersebut sebagai tanda dimulainya pembangunan fasilitas pelayanan bagi pendeta Jemaat Lauwa.
Momen peletakan batu pertama itu disaksikan para undangan dan seluruh jemaat yang hadir. Pembangunan rumah jabatan pendeta diharapkan dapat menunjang pelayanan keagamaan sekaligus menjadi bagian dari penguatan kehidupan bergereja di tengah masyarakat.

Sukacita panen raya dan dimulainya pembangunan rumah jabatan pendeta menjadi dua momentum yang berpadu dalam satu perayaan. Dari Desa Lompoloang, semangat syukur, kepedulian, dan persaudaraan kembali menemukan maknanya dalam kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
@ Sultan












