Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M.
WAJO SULSEL – Menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) di Kabupaten Wajo, semangat gotong royong menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman.
Kebersihan bukan sekadar wajah sebuah daerah, melainkan cerminan kepedulian seluruh masyarakat terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., mengajak seluruh pengurus dan anggota induk cabang olahraga (Cabor) untuk mengambil bagian secara aktif dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan menjelang pelaksanaan PORPROV.Minggu (1/11)
Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga kebersihan dan keindahan Kabupaten Wajo bukan hanya berada di pundak Dinas Lingkungan Hidup, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Kami berharap seluruh pengurus dan anggota induk cabang olahraga bisa turun langsung melaksanakan kerja bakti. Mari bersama-sama membersihkan apa yang memang perlu dibersihkan, baik di sekitar lokasi pertandingan maupun fasilitas pendukung lainnya. Jangan semuanya terlalu berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu secara penuh,” ungkapnya.
Menurut Andi Fakhrul Rijal, DLH Kabupaten Wajo juga tengah mengemban tanggung jawab besar dalam mempersiapkan daerah menghadapi penilaian Piala Adipura Tahun 2026.
Karena itu, dukungan dan kesadaran seluruh pihak sangat dibutuhkan agar berbagai agenda kebersihan dan penataan lingkungan dapat berjalan beriringan.
“Oleh karena itu, kami berharap adanya kesadaran dan keterlibatan semua pihak. DLH tidak bisa bekerja sendiri karena kami juga memiliki agenda dan tanggung jawab lain, salah satunya bagaimana mempersiapkan Wajo dalam meraih Piala Adipura,” jelasnya.
Ia menambahkan, PORPROV hendaknya menjadi momentum bagi Kabupaten Wajo untuk memperlihatkan wajah daerah yang bersih, asri, dan tertata. Kesuksesan menjadi tuan rumah bukan hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kenyamanan lingkungan yang dirasakan para atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah.
“Mari kita budayakan gotong royong. Kebersihan Wajo adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup,” tutupnya.
Melalui semangat kebersamaan, diharapkan PORPROV tidak hanya meninggalkan jejak prestasi olahraga, tetapi juga warisan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Wajo.
(Kahfi)












