Aktivitas SPBU 75.909.04 Tobarakka Terapkan Sistem Ganjil Genap Berjalan Normal, Baso Supardi: Kami Tetap Mengacu pada Ketentuan yang Berlaku

WAJO SULSEL – Aktivitas pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Tobarakka, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, dengan penerapan sistem ganjil genap, dilaporkan berjalan normal. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pengaturan pelayanan kepada konsumen sesuai dengan ketentuan yang diterapkan.

Penerapan sistem ganjil genap diharapkan dapat menciptakan ketertiban dalam proses pengisian BBM, sekaligus mendorong distribusi yang lebih teratur dan tepat sasaran.

Penanggung Jawab SPBU 75.909.04
Tobarakka, Baso Supardi saat dikonfirmasi, Kamis (15/10) menyampaikan bahwa aktivitas pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.

“Pelayanan tetap berjalan normal. Kami berupaya menjalankan ketentuan yang berlaku dalam proses pengisian BBM,” ujar Baso Supardi.

Penerapan sistem tersebut juga diharapkan dapat dipahami oleh masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang melakukan pengisian BBM di SPBU Tobarakka, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan aturan di lapangan.

Adapun tanggapan penanggung jawab SPBU Tobarakka, Baso Supardi terkait isu dugaan pungli dan aktivitas penyaluran BBM pada dini hari.

Menanggapi isu dugaan pungutan liar (pungli) serta aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) pada dini hari di SPBU Tobarakka, memberikan penjelasan guna meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan dengan singkat, itu tidak benar” ujarnya.

Dari perspektif hukum, pelaksanaan distribusi BBM, terutama BBM bersubsidi, harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM sesuai peruntukan serta mencegah potensi penyimpangan.

Dengan demikian, konsistensi penerapan aturan dan transparansi pelayanan menjadi aspek penting dalam menjaga ketertiban distribusi BBM serta memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat (*)