JAKARTA – Dua perwira tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin, memiliki perjalanan karier panjang di institusi kepolisian.
Keduanya dikenal memiliki pengalaman dalam bidang reserse, penyelidikan, penyidikan, serta penanganan berbagai tindak pidana.
Kini, keduanya menduduki posisi strategis di tubuh Polri. Suyudi Ario Seto dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), sementara Asep Safrudin mengemban amanah sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Kedua jabatan tersebut memiliki lingkup tanggung jawab berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian dan penegakan hukum di tingkat nasional.
Rekam Jejak Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto lahir pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Perjalanan pengabdiannya di kepolisian banyak diwarnai penugasan pada fungsi reserse dan jabatan operasional. Pengalaman tersebut membawanya menduduki sejumlah posisi strategis, baik di tingkat kewilayahan maupun Mabes Polri.
Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah mengemban sejumlah jabatan, di antaranya Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Pada 2019, ia dipercaya menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.
Dalam penugasan tersebut, Suyudi turut memiliki pengalaman menangani perkara yang menyita perhatian masyarakat, termasuk kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK dan perampokan disertai pembunuhan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.
Kariernya kemudian berlanjut di lingkungan Bareskrim Polri dengan menduduki jabatan Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.
Pada Maret 2023, Suyudi mendapat kepercayaan sebagai Wakapolda Metro Jaya. Selanjutnya, pada Juni 2024, ia dilantik menjadi Kapolda Banten.
Puncak perjalanan kariernya di luar jabatan kewilayahan terjadi ketika dipercaya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada 25 Agustus 2025.
Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut sekaligus diikuti kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi.
Rekam Jejak Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin
Sementara itu, Komisaris Jenderal Polisi Asep Safrudin merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Bogor, Jawa Barat, 15 Juni 1969. Ia berasal dari Kampung Sibanteng, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Asep merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993. Sepanjang perjalanan dinasnya, ia memiliki pengalaman di bidang reserse narkotika, tindak pidana siber, serta berbagai jabatan operasional kepolisian.
Kariernya antara lain dimulai dari penugasan sebagai Kasat III Ditnarkoba Polda Metro Jaya pada 2010.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat Kapolres KP3 Tanjung Priok. Pada 2012, Asep mendapat amanah sebagai Kapolres Bogor.
Pada 2014, ia menjabat Wakapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolresta Barelang.
Pengalaman di bidang reserse kembali berlanjut ketika Asep dipercaya menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Banten pada 2016.
Setahun kemudian, ia bertugas sebagai Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pada 2018, ia mendapat kepercayaan sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Kariernya berlanjut sebagai Karobindiklat Lemdiklat Polri pada 2019, Wakapolda Kalimantan Barat pada 2020, serta Wakapolda Kepulauan Riau pada 2023.
Pada 31 Januari 2025, Asep dipercaya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.
Selanjutnya, melalui mutasi Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026, Asep Safrudin ditunjuk menduduki jabatan Kabareskrim Polri. Dalam rangkaian mutasi tersebut, ia juga mendapat kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
Pengalaman Reserse Menjadi Bagian dari Perjalanan Karier
Perjalanan kedua jenderal tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman di bidang reserse menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier mereka di institusi Polri.
Suyudi Ario Seto memiliki pengalaman dalam penanganan tindak pidana umum, kejahatan ekonomi khusus, dan tindak pidana siber. Sementara Asep Safrudin memiliki rekam jejak dalam penanganan perkara narkotika serta tindak pidana siber.
Kini, Suyudi memimpin institusi Polri sebagai Kapolri, sedangkan Asep mengemban tanggung jawab dalam fungsi reserse kriminal sebagai Kabareskrim.
Keduanya berada pada posisi strategis dengan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
(HS.GR)












