WAJO SULSEL — Pengerjaan revitalisasi Danau Tempe yang sempat dilakukan sejak tahun 2018 sangat disayangkan harus terhenti.
Dalam rencana awal, pengerukan Danau Tempe disebut akan menghasilkan sekitar 36 pulau baru, namun hingga pekerjaan terhenti baru sekitar 3 pulau yang terealisasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, ST, MM
menurutnya, revitalisasi tersebut direncanakan berlangsung hingga sekitar lima tahun untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaan. Namun, pengerjaannya kemudian terhenti pada tahun 2019,ungkapnya.Rabu (2/9).
“Dari rencana pembentukan sebanyak 36 pulau melalui kegiatan pengerukan, hingga saat ini baru sekitar tiga pulau yang terealisasi dan sangat disayangkan kalau program sebesar ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.
Mantan Camat Tempe menilai, seandainya revitalisasi tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana, manfaatnya akan sangat besar bagi Danau Tempe dan masyarakat di sekitarnya.
Pandangan tersebut tidak terlepas dari latar belakang pendidikannya. Selain merupakan lulusan S1 Arsitektur, A. Fakhrul Rijal B, S2 Magister Manajemen juga sempat menempuh pendidikan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, ia melihat pengerukan dan penataan kawasan Danau Tempe bukan sekadar pekerjaan mengangkat sedimentasi, tetapi dapat menjadi bagian dari penataan kawasan danau secara terpadu dan berkelanjutan.
“Kalau dilihat dari perspektif arsitektur dan perencanaan wilayah, pengerukan danau yang dilakukan secara terencana dapat memberikan banyak manfaat. Selain mengembalikan fungsi badan air, material hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk membentuk dan menata pulau-pulau baru yang kemudian dapat dikembangkan sebagai bagian dari kawasan ekowisata,” jelasnya.
Menurutnya, apabila dirancang berdasarkan kajian yang matang dan dikelola dengan baik, keberadaan pulau-pulau tersebut berpotensi menjadi ruang terbuka hijau, kawasan konservasi, habitat berbagai jenis satwa dan ikan, serta destinasi wisata berbasis lingkungan.
Di sisi lain, pengerukan yang tepat juga diharapkan dapat membantu mengurangi pendangkalan akibat sedimentasi, memperbaiki fungsi perairan, menjaga keseimbangan ekosistem danau, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat yang menggantungkan kehidupannya dari Danau Tempe.
“Seandainya ini dirampungkan, manfaatnya akan luar biasa. Tetapi tentunya harus dilakukan berdasarkan kajian teknis, lingkungan dan tata ruang yang matang agar revitalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi Danau Tempe,” sambungnya.
Ia berharap pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap keberlanjutan revitalisasi Danau Tempe. Menurutnya, program yang telah dimulai tersebut perlu dikaji kembali dan, jika memungkinkan, dilanjutkan secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terpadu.

“Danau Tempe bukan hanya persoalan air dan ikan, tetapi juga menyangkut lingkungan, tata ruang, ekonomi, sosial dan masa depan masyarakat. Karena itu, penataannya harus dipikirkan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tutupnya.
@Redaktur#












