Miris! Jalan Beton Seumur Jagung Sudah Patah, Diduga Campuran dan Spesifikasi Tidak Sesuai

CELEBESPLUSONLINE.COM//WAJO SULSEL – Kondisi pekerjaan jalan beton pada ruas Tobarakka–Leworeng, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, menjadi sorotan setelah ditemukan adanya bagian jalan yang mengalami keretakan dan patah, meski pekerjaan tersebut masih tergolong baru.

Pekerjaan jalan beton tersebut diketahui bersumber dari APBD-P Kabupaten Wajo Tahun Anggaran 2025 dengan volume pekerjaan sekitar 1.574 meter x 4 meter.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp4.674.573.381 dan dikerjakan oleh CV Sampuraja Putra.

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, khususnya terkait penggunaan material, komposisi campuran beton, serta kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Sorotan tersebut disampaikan oleh Junaidi Amir dari Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Wajo.Selasa (11/8).

Menurutnya, kerusakan pada jalan beton yang relatif baru perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Ia meminta agar pekerjaan tersebut diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan.

“Kami mempertanyakan kualitas pekerjaan tersebut. Jalan beton yang baru dikerjakan seharusnya memiliki daya tahan yang baik. Jika sudah mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas material dan pelaksanaan pekerjaannya,” ujar Junaidi.

Pada hari yang sama,Selasa (11/8) Sultan Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kecamatan Pitumpanua meminta instansi teknis terkait melakukan pemeriksaan lapangan dan pengujian terhadap kualitas beton apabila diperlukan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah kerusakan disebabkan oleh faktor teknis, kondisi lapangan, beban kendaraan, kualitas material, komposisi campuran, atau faktor lainnya.

Mantan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kecamatan Pitumpanua ini menegaskan bahwa penggunaan anggaran daerah harus diikuti dengan kualitas pekerjaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dikerjakan sesuai spesifikasi dan standar mutu. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena jalan yang baru dibangun justru cepat mengalami kerusakan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak CV Sampuraja Putra maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan jalan tersebut.

Konfirmasi dari pihak pelaksana dan instansi teknis tetap diperlukan untuk mengetahui secara jelas penyebab kerusakan serta memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan kontrak.

Bersambung..

(Tim)