Celebesplusonline. Com// Wajo Sulsel— Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo menyiapkan sebuah program inovatif bertajuk Gerakan PISOTA’, singkatan dari Pilah Sampahta, Olah Sampahta, dan Tanami Pekaranganta sebagai langkah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sejak dari rumah.
Kadis DLH Kabupaten Wajo,Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin kepada media ini, Jum’at (22/5) mengatakan gerakan ini lahir bukan sekadar sebagai program kerja, melainkan sebuah ajakan moral agar masyarakat kembali bersahabat dengan alam dan memahami bahwa kebersihan lingkungan adalah cermin kehidupan yang sehat dan beradab.
“Sebagai masyarakat Kabupaten Wajo, kita memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Gerakan PISOTA’ hadir sebagai upaya konkret untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah yang baik, mulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam Gerakan PISOTA’, terdapat tiga langkah sederhana yang diharapkan menjadi budaya baru masyarakat.
Pertama, Pilah Sampahta.
Masyarakat diajak memilah sampah sejak dari rumah agar volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Baginya, memilah sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi bentuk penghormatan manusia kepada bumi yang selama ini menjadi tempat kehidupan bertumbuh.
Kedua, Olah Sampahta. Sampah yang sering dianggap tak bernilai diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Mulai dari pupuk kompos, kerajinan tangan berbahan bekas hingga energi alternatif yang dapat memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Pupuk hasil pengomposan nantinya dapat digunakan untuk tanaman di sekitar pekarangan rumah sehingga alam kembali memberi manfaat kepada manusia yang menjaganya,” katanya.
Ketiga, Tanami Pekaranganta. Melalui gerakan ini, masyarakat diajak menanam sayur, buah maupun tanaman produktif di halaman rumah sebagai bentuk ketahanan pangan keluarga sekaligus memperindah lingkungan.
Di setiap pekarangan yang hijau, tersimpan harapan tentang kehidupan yang sehat, udara yang bersih dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Mantan Camat Tempe ini berharap Gerakan PISOTA’ nantinya dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Wajo dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Ingat, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan setiap hari di rumah dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Di akhir penyampaiannya, Kadis DLH mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam Gerakan PISOTA’ demi mewujudkan Kabupaten Wajo yang bersih, hijau dan asri.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan Wajo yang asri sesuai program bapak Presiden kita,” pungkas anak mantan Bupati Wajo dua periode ini.
@ Kahfi #












