Celebesplusonline. Com //Wajo Sulsel— Di tengah riuhnya pembangunan yang kian menggeliat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo menorehkan langkah nyata yang tak sekadar wacana.
Lima developer yang telah mengantongi dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL) kini menunjukkan komitmennya, bukan lewat janji, melainkan aksi.
Saat tanggung jawab lingkungan menjadi gerak bersama,motor-motor tiga roda itu kini bukan sekadar alat, melainkan simbol kesadaran. Ia berderu pelan di jalanan, mengangkut sisa-sisa aktivitas pembangunan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seolah membawa pesan bahwa tanggung jawab tak boleh ditinggalkan di belakang.
Langkah ini menjadi penanda bahwa kepatuhan terhadap dokumen lingkungan bukan hanya sebatas lembaran administrasi, tetapi hidup dalam tindakan. DLH Wajo seakan menyalakan obor kecil di tengah gelapnya persoalan sampah, mengajak para pelaku usaha untuk berjalan seirama menjaga bumi yang sama-sama dipijak.
Di balik sederhana bentuknya, motor tiga roda itu menyimpan harapan besar—tentang kota yang lebih bersih, tentang kesadaran yang tumbuh perlahan, dan tentang masa depan yang tak lagi dibebani oleh abai.
Kadis DLH Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin kepada media ini, Senin (4/5) mengatakan kerja nyata ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju harmoni antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Sebab pada akhirnya, bumi tak hanya diwarisi, tapi juga harus dijaga dengan sepenuh hati, ujarnya.
Dalam era baru di masa kepimimpinan kami di mana developer perumahan di arahkan untuk mengelolah sampahnya atau mengangkut sampahnya secara mandiri ke TPA.
Ini di buktikan ada beberapa developer perumahan yang telah pembahasan dokumen UKL – UPL di kantor dinas DLH.
‘Kami akan keluarkan surat rekomendasi bilamana developer perumahan mengadakan armada pengangkut sampah berupa tiga roda, dan Alhamdulillah kita di respon baik
oleh teman teman developer dan sekarang terbukti sejumlah lima developer yang telah pembahasan dokumem Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL) telah membuktikannya membeli motor tiga roda dan membawanya ke kantor dinas DLH untuk mengambil surat rekomendasinya dan membuat komitmen bersama dalam hal pengelolaan sampah di perumahannya,
cetus Andi Fakhrul.
Ia berharap kedepannya tidak ada lagi perumahan yang di buat oleh developer tidak mengelolah atau mengangkut sampahnya secara mandiri.Dan
kedepannya
kita bisa kurangi timbunan sampah di pinggir jalan dan masalah sampah yang tidak terurus bisa kita atasi, harapnya.
Dan program ini kita beri nama Puber Sapu yaitu sapu bersih sampah developer perumahan.

Selain itu,kita harapkan juga kedepan masyarakat membeli rumah di perumahan yang di buat oleh developer yang ada armada pengangkutan sampahnya, tutupnya.
@ Sultan #












