Biaya Umrah Naik, Kemenhaj Wajo Ingatkan Masyarakat Waspadai Paket Murah

CELEBESPLUSONLINE.COM // WAJO SULSEL -Biaya penyelenggaraan ibadah umrah saat ini mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga tiket pesawat dan pengaruh kondisi global. Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat dalam memilih paket perjalanan umrah agar terhindar dari potensi penipuan maupun gagal berangkat.

Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Wajo, H. Muhammad Ikhsan, mengingatkan calon jamaah agar tidak mudah tergiur dengan penawaran paket umrah berharga murah yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi biaya penyelenggaraan saat ini.

Menurutnya, besaran biaya umrah sangat bergantung pada paket yang ditawarkan oleh masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Meski demikian, terdapat batas kewajaran harga yang perlu menjadi perhatian masyarakat.

“Pada dasarnya biaya umrah sesuai dengan paket yang dijual oleh masing-masing PPIU atau travel sehingga sangat variatif. Namun, dengan naiknya harga tiket pesawat maupun kondisi global, tentu biaya umrah juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa paket umrah dengan harga sekitar Rp20 jutaan saat ini hampir dipastikan tidak rasional apabila seluruh kebutuhan perjalanan ditanggung oleh penyelenggara.

“Kalau ada harga yang hanya sekitar Rp20 jutaan, hampir bisa dipastikan itu tidak rasional,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan bajwa, apabila dihitung dari komponen utama penyelenggaraan umrah, biaya minimal sudah berada di kisaran Rp30 juta. Harga tiket pesawat saat ini mencapai lebih dari Rp20 juta, biaya visa sekitar Rp3 juta, sementara akomodasi hotel berkisar antara Rp7 juta hingga Rp8 juta.

“Kalau diakumulasi, otomatis sudah berada di kisaran Rp30 jutaan. Jadi, apabila ada paket yang berangkat dari Makassar dan pulangnya kembali ke Makassar dengan seluruh biaya umrah ditanggung, tetapi harganya di bawah Rp30 juta, maka untuk kondisi saat ini dapat dipastikan tidak rasional,” jelasnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebelum melakukan pembayaran. Selain itu, calon jamaah juga diharapkan memahami secara rinci fasilitas yang ditawarkan dalam paket perjalanan, mulai dari tiket pesawat, visa, akomodasi, hingga layanan selama di Tanah Suci.

Dengan kehati-hatian tersebut, Muhammad Ikhsan berharap masyarakat dapat terhindar dari praktik penipuan maupun resiko gagal berangkat akibat memilih penyelenggara yang tidak memenuhi ketentuan.

@ Kahfi #