CELEBESPLUSONLINE.COM// WAJO SULSEL — Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan pengelolaan lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra strategis bagi pelaku usaha, khususnya dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada kegiatan MBG.
Dengan nada penuh tanggung jawab dan kepedulian, pihak DLH menyampaikan kesiapan mereka untuk menjadi pendamping aktif, bukan sekadar pengawas. Langkah ini diambil demi memastikan setiap aktivitas usaha tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami siap menjadi pendamping MBG, baik dalam pengelolaan IPAL maupun persoalan lingkungan lainnya. Kami tidak menginginkan ada MBG yang harus ditutup,” ujar Kadis DLH Kabupaten Wajo,Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin dengan penuh penegasan.Selasa (14/4).
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah wilayah lain telah mengambil langkah tegas hingga penutupan kegiatan serupa akibat persoalan lingkungan yang tidak tertangani dengan baik. Hal ini menjadi cermin sekaligus peringatan agar hal serupa tidak terjadi di Kabupaten Wajo.
DLH Wajo memilih jalan kolaboratif mengedepankan pembinaan, edukasi, dan pendampingan teknis sebagai upaya preventif. Mereka percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Dengan semangat ini, DLH Wajo berharap seluruh pelaku MBG dapat terbuka, kooperatif, dan berkomitmen dalam memenuhi standar lingkungan. Sebab pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan amanah bersama demi generasi yang akan datang.
Diketahui ada beberapa hal yang perlu di perhatikan disini terkait masalah penutupan MBG. Penutupan tersebut di sebabkan oleh belum terpenuhinya sejumlah persyaratan di antaranya IPAL nya serta belum memilikinya atau belum terpenuhinya sertifikat laik higiene Sanitasi (SLHS),terangnya.
“Segala hasil diskusi pada hari ini, Selasa,14 Maret 2026 yang dihadiri DLH sebagai penggagas, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Wajo, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo yang diwakili oleh bidan kesehatan lingkungan akan di laporkan ketua satgas MBG, yang di ketua oleh Sekda Kabupaten Wajo,” tutupnya.
@ Sultan #












