ini salah satu yg kurang Sengnya
WAJO SULSEL — Dana bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dialokasikan pemerintah untuk tahun 2024 adalah sebesar Rp1,83 triliun.
Program bedah rumah ini akan digunakan untuk membedah 83.000 rumah.
Program bedah rumah dari pemerintah, atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tidak dipungut biaya.
Penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp20 juta untuk pembelian bahan bangunan dan upah tukang. Untuk material Rp17,5 juta, untuk upah pekerja Rp2,5 juta.
Terkhusus Program bantuan pemerintah melalui bedah rumah di beberapa desa di Kecamatan Pitumpanua namun kembali menuai sorotan.
Sejumlah warga penerima bantuan mengeluhkan bahwa bahan bangunan yang diterima tidak sesuai dengan daftar yang tertera dalam dokumen resmi.
ini yg TDK sesuai permintaan bahannya kurang.di daftar 80.yg di kasih 40 lembar seng
Salah satu warga dari Desa Alesilurung Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, bernama Ayr alias Lhy (45) mengatakan bahwa ia seharusnya menerima 80 lembar seng, namun yang diterima hanya 40 lembar.
Selain itu, kualitas kayu dan atap yang diberikan juga jauh di bawah standar.
“Kami hanya menerima kayu yang tidak sesuai ukuran dan seng yang tipis, padahal di daftar tertulis bahan berkualitas,” ujarnya
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lainnya dengan alamat yang sama,Wlg ( 47 ).
“Saya menerima bahan kayu yang ukuran nya tidak sesuai daftar, ukurannya lebih kecil dari yang ada daftar, dan beberapa material lain diduga tidak sesuai daftar resmi,” ungkapnya.
Saat dihubungi, koordinator bantuan bedah rumah di Kecamatan Pitumpanua,Muhammad Amin,
mengaku baru mengetahui adanya keluhan tersebut.Kami akan segera turun ke lapangan mengecek laporan ini.
” Memang BSPS bantuan stimulan perumahan swadaya dan memang di anjurkan untuk berswadaya,” sambung Amin
Amin menambahkan lewat pesan singkatnya,kalau kayu memang tidak paki cetakan itu gerakan tangan orang dalam pengolahan.
” Kalau soal itu tidak ada yang punya keinginan memang keadaan sehingga begitu karena pengolahan kayu beda dengan pabrik seng ada cetakan pengolahan , kalau kayu tenaga manusiaji yang dorong dan mungkin dari lampau pengolahan kayu memang begitu,” tambahnya.
” Terkait itu sehingga berkurang ukuran karena pengaruh seruk atau di kattang” kata Amin.
Junaid dari lembaga LAKI Kabupaten Wajo mengungkapkan kepada media ini, Senin,(6 /1/2025),
Jika benar ada penyimpangan dan diduga mark up , kami akan melaporkan ke pihak berwenang untuk menindaklanjuti,” tegasnya.

“Bahan yang dikirimkan seharusnya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. “Kami akan turun kembali ke lapangan mengecek semua bantuan bedah rumah yang ada di Kabupaten Wajo dan terkhusus di Kecamatan Pitumpanua, tutupnya.
Terkait bantuan beda rumah dari pemerintah yang berada di Kecamatan Pitumpanua, anggota DPRD Provinsi dari partai Gerindra,Sultan Tajang, SHi angkat bicara melalui pesan singkat, Senin (6/1/2024) menuturkan saya akan konfirmasi sama penerima manfaat dan akan tanyakan kepada pendampingnya.
“Terkait permasalahan laporan di dilapangan Sultan Tajang,jangan sampai pesanan materialnya melebihi dari nilai bantuan,” tambahnya.
Anggota DPRD Provinsi Dapil Kabupaten Wajo dan Soppeng menambahkan kami pasti evaluasi rekan rekan tim kalau ada masalah, sebagai tim tidak terlibat sebagai tehnis karena ada pendamping dari Balai. Dan pihak penerima jangan sampai pesan bahan melebihi dari anggaran bantuan, sambungnya.
“Karena kami tidak akan pernah tolerir kalau bahan dipotong, ” tutupnya
Tim










