Perjuangkan Adipura 2026 dan Sukseskan PORPROV, DLH Wajo Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga Kebersihan Daerah

WAJO, SULAWESI SELATAN – Menjaga kebersihan bukan sekadar memperindah wajah daerah, melainkan cerminan kepedulian dan budaya masyarakat terhadap lingkungan. Semangat inilah yang terus digaungkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo dalam menghadapi dua agenda besar sekaligus, yakni penilaian Adipura Tahun 2026 dan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) di Kabupaten Wajo.

Dua agenda tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi DLH Wajo. Di satu sisi, upaya meraih penghargaan Adipura membutuhkan pembenahan dan penataan lingkungan secara berkelanjutan. Di sisi lain, Kabupaten Wajo juga tengah mempersiapkan diri menyambut kedatangan atlet, ofisial, serta tamu dari berbagai kabupaten/kota dalam perhelatan PORPROV.

Kondisi ini membutuhkan kerja nyata, koordinasi lintas sektor, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat agar wajah Kabupaten Wajo senantiasa bersih, indah, sehat, hijau, dan nyaman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan keindahan daerah bukanlah tanggung jawab DLH semata. Lebih dari itu, diperlukan kesadaran kolektif dan keterlibatan seluruh elemen untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini telah mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Wajo.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, baik jajaran pemerintah daerah, OPD, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, TNI-Polri, komunitas, pelaku usaha, maupun masyarakat yang selama ini telah membantu dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Wajo,” ungkapnya.Jumat (30/10).

Menurutnya, dukungan dan kebersamaan tersebut merupakan kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama persiapan penilaian Adipura 2026 dan menyukseskan pelaksanaan PORPROV.

Ia pun berharap semangat gotong royong tidak hanya tumbuh ketika menghadapi agenda besar, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, kebersamaan ini tidak berhenti sampai di sini. Mari kita terus bekerja sama, karena menjaga kebersihan dan keindahan Wajo adalah tanggung jawab kita bersama. Kita ingin Adipura 2026 menjadi target bersama, sekaligus menyukseskan PORPROV dengan menghadirkan Kabupaten Wajo yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman bagi semua,” tutupnya.

Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan, DLH Wajo juga terus menggaungkan Gerakan PISOTA (Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta). Gerakan ini menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memulai kepedulian dari lingkungan terdekat, mulai dari memilah sampah, mengolah sampah, hingga menghijaukan pekarangan rumah.

Sebab, kebersihan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kerja pemerintah, tetapi juga lahir dari kebiasaan sederhana masyarakat yang dilakukan secara konsisten.

Kini, ikhtiar menuju Adipura 2026 dan kesiapan menyambut PORPROV menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Adipura 2026 diperjuangkan bersama, PORPROV disukseskan bersama. Karena Wajo yang bersih, indah, dan nyaman adalah kebanggaan seluruh masyarakat.
( Kahfi)