PITUMPANUA WAJO — Di balik hangatnya jabat tangan dan perbincangan penuh keakraban, tersimpan harapan masyarakat akan pelayanan kepolisian yang semakin tangguh, responsif, dan dekat dengan denyut kehidupan warga.
Kapolsek Urban Pitumpanua, Kompol H. M. Anwar, bersama dua personelnya, Aiptu Ambo Atte dan Aiptu Ruswandi, melakukan kunjungan silaturahmi ke DAP (Dewan Aspirasi Panrung), Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam merawat keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polsek Urban Pitumpanua.
Suasana dialog yang berlangsung akrab itu tidak sekadar menjadi ajang mempererat tali silaturahmi. Sejumlah persoalan mendasar turut mengemuka, mulai dari tantangan menjaga keamanan wilayah hingga kebutuhan pembenahan fasilitas dan peningkatan pelayanan kepolisian.
Pitumpanua di Ujung Wilayah, Keamanan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Terletak di bagian utara Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kecamatan Pitumpanua memiliki posisi geografis yang strategis. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Luwu di sebelah utara dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di sebelah barat.
Bentang wilayah tersebut menuntut pengelolaan keamanan yang cermat, disertai koordinasi yang kuat antara aparat kepolisian, pemerintah, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Sebab, keamanan bukan semata-mata tugas aparat berseragam. Ia tumbuh dari kepedulian bersama, komunikasi yang terbuka, serta kepercayaan yang terawat di tengah masyarakat.
Keterbatasan Personel, Aspirasi yang Menanti Perhatian
Di tengah perbincangan, tokoh pemuda Kelurahan Siwa, Suparto, menyuarakan pertanyaan mengenai kecukupan personel kepolisian dalam menjangkau kebutuhan pelayanan masyarakat.
Menurut Suparto, wilayah kerja Polsek Urban Pitumpanua meliputi 23 desa dan 4 kelurahan. Sementara itu, jumlah personel yang disebutkan dalam pertemuan berkisar 17 orang, termasuk dua pejabat Kapolsek yang pernah atau sedang bertugas.
Persoalan tersebut memunculkan pertanyaan tentang seberapa besar beban pelayanan yang harus ditopang oleh personel yang tersedia, terlebih ketika masyarakat membutuhkan kehadiran aparat secara cepat dan tepat.
Aspirasi itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi instansi berwenang untuk meninjau kebutuhan personel berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, tingkat kerawanan, dan tuntutan pelayanan publik.
Sebab, di setiap sudut wilayah, masyarakat membutuhkan rasa aman. Dan di balik rasa aman itu, diperlukan kesiapan aparat serta dukungan sarana yang memadai.
Kantor Polsek dan Ancaman Banjir yang Berulang
Tak hanya soal personel, kondisi kantor Polsek Urban Pitumpanua turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut.
Suparto mempertanyakan kondisi bangunan kantor yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Lokasi yang relatif rendah disebut membuat kantor kerap terdampak banjir setiap tahun.
Genangan air yang berulang bukan sekadar persoalan bangunan. Kondisi tersebut juga berpotensi menghambat aktivitas pelayanan kepolisian serta mengancam keselamatan arsip dan dokumen penting negara.
Karena itu, diperlukan perhatian dari pemerintah dan instansi terkait melalui kajian teknis, evaluasi kondisi bangunan, serta perencanaan rehabilitasi atau pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pembenahan fasilitas bukan hanya tentang memperindah gedung, melainkan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan dokumen penting terlindungi dari ancaman bencana.
Dari Silaturahmi Menuju Sinergi
Pertemuan di DAP tersebut turut dihadiri H. Ariyadi Abidin, Suparto, E. Esti, M. Fajar, Bapak Biah, dan Fian Simanjuntak.
Silaturahmi itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, sekaligus kesempatan bagi kepolisian untuk mendengar langsung persoalan yang berkembang di tengah warga.
Pada akhirnya, kemitraan yang kuat tidak lahir hanya dari pertemuan dan percakapan, tetapi dari kesediaan untuk mendengar, menindaklanjuti aspirasi, dan mencari jalan keluar bersama.

Di Pitumpanua, harapan masyarakat sederhana tetapi bermakna keamanan yang terjaga, pelayanan yang semakin baik, serta fasilitas kepolisian yang layak dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Laporan: Rustan
Editor : Sultan












