DBR : Dari Data Menjadi Harapan, Wajo Terus Menurunkan Angka Stunting

MAKASSAR SULSEL— Upaya menurunkan angka stunting terus menjadi perhatian pemerintah daerah, sebab di balik setiap angka yang tercatat, ada tumbuh kembang anak yang menjadi harapan bagi masa depan.

Wakil Bupati Wajo, Dr. Baso Rahmanuddin (DBR), menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (7/10/2026).

Rakor tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan selaku Ketua TPPS Provinsi, bersama para Ketua TPPS, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Penanganan stunting tidak cukup hanya dengan satu tangan, melainkan membutuhkan langkah bersama dari berbagai pemangku kepentingan untuk merancang sekaligus menjalankan strategi yang tepat.

Setiap kebijakan diharapkan tidak berhenti pada meja rapat, tetapi menjelma menjadi langkah nyata yang menyentuh keluarga dan anak-anak di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan itu, turut dipaparkan perkembangan prevalensi stunting di Kabupaten Wajo. Data menunjukkan adanya tren penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Prevalensi stunting Wajo tercatat 28,6 persen pada 2022, kemudian turun menjadi 27,4 persen pada 2023, dan kembali menurun menjadi 20,5 persen pada 2024.

Sementara itu, data prevalensi stunting untuk tahun 2025 hingga kini masih menunggu rilis resmi.

Penurunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun generasi Wajo yang lebih sehat dan berkualitas.

Bagi Wajo, angka 20,5 persen bukan sekadar statistik. Di baliknya terdapat ikhtiar, kolaborasi, dan harapan agar setiap anak dapat tumbuh dengan sehat, kuat, serta memiliki kesempatan yang sama untuk menatap masa depan.

Sebab, menurunkan stunting bukan hanya tentang menurunkan sebuah angka, tetapi tentang menjaga harapan agar tetap tumbuh bersama generasi penerus bangsa.

Prof. Dr. Veni Hadju, MSc, PhD, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), selaku salah satu narasumber, mengingatkan pentingnya mewaspadai potensi wasting (kekurangan gizi akut) yang dapat berkembang menjadi stunting (kekurangan gizi kronis).

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan strategi intervensi yang tepat dan menyeluruh pada setiap lapisan permasalahan yang berkaitan dengan stunting. Upaya pencegahan dan penanganan perlu dilakukan secara terpadu agar faktor-faktor yang menjadi penyebab stunting dapat ditangani secara efektif.

@ SULTAN #