WAJO SULSEL- Bupati Wajo, Andi Rosman hadiri Sengkang Silk Fashion Karnaval yang dipusatkan di Jl Masjid Raya, depan Masjid Agung Ummul Quraa Sengkang, Minggu (4/10/2026).
Bupati Wajo hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati Amin. Wakil Bupati dr Baso Rahmanuddin dan Wakil Ketua Tim PKK Kabupaten Wajo Andi Hidayati Burhanuddin dan Sekretaris Daerah Kab. Wajo ir. Armayani
Kegiatan itu sebagai rangkain dari Festival Danau Tempe (FDT) 2026. Ia menaruh apresiasi tinggi atas terselenggaranya karnala tersebut.
Peserta terdiri dari masing-masing OPD se Kabupaten Wajo sekaligus menampilkan beragam kreasi busana berbahan kain sutera khas Wajo.
Karnaval ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi kain sutera Wajo kepada masyarakat sekaligus mendorong pengembangan industri kreatif daerah.
Andi Rosman menyampaikan bahwa kegiatan seperti Sengkang Silk Fashion Karnaval memiliki nilai positif karena tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk lokal, khususnya kain sutera Wajo.
“Kami sangat menaruh apresiasi pelaksanaan Sengkang Silk Fashion Karnaval ini. Ini merupakan bagian dari upaya kita memperkenalkan dan mengangkat kembali kejayaan sutera Wajo,” ujar Andi Rosman.
Menurutnya, Wajo memiliki potensi besar dalam pengembangan kain sutera, mulai dari proses produksi hingga menjadi produk fesyen yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Olehnya itu, kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan dikemas semakin menarik sehingga mampu menarik perhatian masyarakat luas serta menjadi agenda yang dapat mendukung promosi daerah.
“Kita ingin sutera Wajo tidak hanya dikenal di Wajo, tetapi bisa semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, kreativitas dan inovasi harus terus kita dorong,” tambah Andi Rosman
Bupati juga mengajak seluruh pihak, termasuk pelaku UMKM, desainer, pengrajin sutera dan generasi muda, untuk bersama-sama menjaga serta mengembangkan warisan budaya dan potensi unggulan Wajo tersebut.
Pelaksanaan karnaval di kawasan Lapangan Merdeka turut menjadi momentum memperkenalkan wajah budaya dan ekonomi kreatif Wajo kepada masyarakat melalui perpaduan tradisi, fesyen dan karya lokal.
Kahfi#












