CELEBESPLUSONLINE.COM//WAJO SULSEL – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Fraksi Partai Gerindra, H. Mustafa, S.H., M.Si., di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Sabtu (18/7/2026).
Mengawali kegiatan, legislator Daerah Pemilihan II (Tanasitolo–Majauleng) itu mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi.
“Jangan sungkan menyampaikan unek-unekta. Reses ini memang kami laksanakan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat agar bisa kami perjuangkan sesuai kewenangan DPRD,” ujar Mustafa.
Dalam dialog tersebut, mayoritas aspirasi datang dari kaum ibu yang meminta program bedah rumah, pembangunan sanitasi. Sementara aspirasi lainnya, penyediaan jaringan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih, perbaikan jalan, hingga pengadaan sumur bor.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Taufik, menjelaskan bahwa program bedah rumah dan sanitasi dapat diusulkan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) maupun program pemerintah pusat. Masyarakat diminta mengajukan proposal melalui pemerintah desa agar dapat diteruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Terkait kebutuhan air bersih, Taufik mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Wajo tengah membangun instalasi pengolahan air bersih berkapasitas 150 liter per detik. Pada tahap awal, kapasitas 50 liter per detik akan dialirkan hingga wilayah perbatasan Kecamatan Tanasitolo.
“Kontrak pembangunan tahap berikutnya juga sudah ditandatangani. Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Tanasitolo dapat segera terpenuhi,” jelasnya.
Dinas PUPR juga membuka peluang bagi Desa Pakkanna untuk mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Namun, usulan tersebut harus didukung dengan kesiapan lahan seluas sekitar 200 meter persegi agar dapat diproses lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Desa Pakkanna l, Wikra Wardana menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PDAM karena jaringan pipa sudah berada tidak jauh dari wilayah desa dan hanya membutuhkan pengembangan jaringan.
Untuk usulan pembangunan jalan, pemerintah desa juga menyatakan siap mendukung, termasuk dalam proses pembebasan lahan apabila dibutuhkan.
Menutup kegiatan, H. Mustafa menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Silakan seluruh usulan disampaikan melalui Kepala Desa agar dibuatkan proposal. Setelah itu akan diteruskan kepada kami untuk dikawal dan diperjuangkan sesuai tahapan perencanaan pembangunan,” tegas Mustafa.
Legislator Gerindra ini juga menegaskan akan bersinergi dengan DPRD Provinsi dan DPR RI sehingga berbagai kebutuhan dasar masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran. (Kahfi)












