CELEBESPLUSONLINE.COM//WAJO SULSEL– Di tengah derasnya arus modernisasi, masih ada tangan-tangan terampil yang setia merawat warisan leluhur. Salah satunya adalah Ibu Masniati, seorang penenun kain sutra yang dengan penuh ketekunan terus melestarikan budaya tenun khas Kabupaten Wajo.
Atas dedikasi tersebut, Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto, S.I.P.,memberikan apresiasi kepada Ibu Masniati yang dinilai aktif menjaga dan mempertahankan tradisi menenun kain sutra, sebuah warisan budaya yang telah lama menjadi identitas masyarakat Wajo.
Ibu Masniati sendiri merupakan istri dari Sertu Suparto Patopoi, anggota Kodim 1406/Wajo. Selain dikenal sebagai penenun yang tekun, ia juga merupakan bagian dari Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIV Dim 1406 Koordinator Cabang Rem 141 PD XIV/Hasanuddin.
Dalam kesehariannya, Ibu Masniati dengan sabar merangkai benang demi benang di alat tenun, menghadirkan lembaran kain sutra yang bukan sekadar kain, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Bugis Wajo.
Dandim 1406/Wajo menyampaikan bahwa peran para penenun seperti Ibu Masniati sangat penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, tenun sutra Wajo bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
“Keteguhan dan kecintaan Ibu Masniati terhadap seni tenun merupakan contoh nyata bagaimana budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ini adalah bentuk pengabdian dalam melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.Kamis (9/4)

Semangat yang ditunjukkan Ibu Masniati diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah. Sebab dari tangan-tangan sederhana para penenun, lahirlah karya yang mengangkat nama Wajo sebagai salah satu sentra sutra terbaik di Indonesia.
@ Sultan #












