Bukti Kepedulian, H.Mustafa Anggota DPRD Wajo Memberikan Sumbangan kepada Korban Kebakaran

CELEBESPLUSONLINE.COM// WAJO SULSEL — Musibah kebakaran kembali menyisakan duka mendalam bagi warga Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.

Api yang berkobar hebat melanda permukiman warga di Jalan Andi Baso, Dusun Tanete, Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Minggu (4/1/2026).

Peristiwa itu melalap enam unit rumah milik warga, meninggalkan puing-puing dan kepedihan yang tak terucap.

Enam warga Desa Pakkanna yang menjadi korban dalam musibah tersebut masing-masing bernama Hj. Selo, Mustafa, Saleng, Heri, Wati, dan Sunarti.

Dalam sekejap, tempat berteduh yang selama ini menjadi saksi kehidupan keluarga berubah menjadi abu dan arang.

Di tengah suasana haru dan kepanikan, kepedulian pun hadir membawa secercah harapan. Anggota DPRD Kabupaten Wajo H. Mustafa,SH,MH bergerak cepat meninjau lokasi kejadian sekaligus menyalurkan bantuan kepada enam korban terdampak.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga yang kini harus memulai kembali kehidupan dari awal.

“Musibah ini adalah duka kita bersama. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral kepada masyarakat,” ungkap anggota DPRD Wajo dari partai Gerindra saat menyerahkan bantuan, disambut isak haru warga penerima.

Warga setempat menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Di tengah keterbatasan, uluran tangan dan kepedulian menjadi kekuatan untuk bangkit dari cobaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik musibah selalu ada nilai kemanusiaan yang tumbuh. Kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong menjadi lentera yang menerangi langkah warga Desa Pakkanna Kecamatan Tanasitolo untuk kembali menata harapan dan kehidupan yang sempat porak-poranda.

Dalam kesempatan itu, H. Mustafa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Wajo yang dinilainya telah bekerja maksimal dalam mengendalikan api. Menurutnya, perlu ada perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap sarana pemadam serta kesejahteraan petugas.

“Kami berharap armada pemadam kebakaran mendapat perhatian serius, termasuk dukungan dan tambahan honor bagi petugas yang telah bekerja keras di lapangan,” sambungnya.

Selanjutnya Kepala Desa Pakkanna, Wikra Wardana, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga bermula dari salah satu warga yang sedang memasak dan melakukan aktivitas lain, sehingga lupa bahwa dirinya sedang mrmasak. Api dengan cepat membesar akibat kondisi cuaca yang kering serta tiupan angin yang cukup kencang.

“Untuk sementara, berdasarkan keterangan warga, kebakaran dipicu kelalaian saat memasak. Kami dari pemerintah desa sangat menghimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat beraktivitas di dapur, mengingat saat ini musim kemarau disertai angin,” tutup Wikra.

@ Kahfi #