WAJO SULSEL— Proyek pembangunan kolam wisata bertempat di Desa Ciromanie, Kecamatan Keera Kabupaten Wajo yang digadang- gadang menjadi ikon desa kini menuai sorotan. Kamis, 20 Maret 2025
Alih-alih menjadi destinasi wisata unggulan, kolam ini justru sepi dan terbengkalai.
Publik pun bertanya-tanya siapa yang harus bertanggung jawab, sehubungan bantuan pembangunan destinasi wisata adalah kegiatan aspirasi AIA???
Suara miring mengarah ke Anggota DPR RI H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si. Namun, politisi Gerindra ini meluruskan.
“Kami hanya mengusulkan, kementerian yang menjalankan!” tegasnya.
Tak Ada Dana Aspirasi, itu adalah kegiatan Aspirasi Andi Iwan menepis anggapan bahwa proyek ini bersumber dari “dana aspirasi” anggota dewan.
Menurutnya, yang ada hanyalah usulan program sesuai mitra kerja komisi di DPR saat dikonfirmasi media Celebesplus online.com belum lama ini.
“Kalau Desa Wisata, itu programnya Kementerian Desa. Kalau jalan dan irigasi, itu ranah Kementerian PUPR. DPR tugasnya mengusulkan, bukan mengeksekusi,” ujarnya.
AIA juga menjelaskan bahwa program ini bersifat stimulan. Artinya, hanya pemantik agar masyarakat bisa mengembangkan potensi daerahnya.
“Jangan hanya mencari kesalahan. Harusnya kita pikirkan solusi,” tambahnya.
Kolam Wisata yang sepi dan terbengkalai
fakta di lapangan berbicara lain. Kolam wisata Batue yang digadang-gadang jadi destinasi unggulan justru mangkrak.
Warga ID mengeluhkan dan menyayangkan anggaran APBN yang nilainya cukup fantastis hingga 400 Jt rupiah tidak dimanfaatkan bahkan terbengkalai, ujarnya.
“Dulu kami pikir bakal ramai, tapi nyatanya cuma proyek asal jadi,” keluh seorang warga.
Kritik pun mengalir deras. Sejumlah LSM meminta transparansi anggaran.
“Jangan sampai ada penyimpangan. Pihak Kemendes harus turun tangan!” desak Anti, aktivis LSM Pemerhati Pembangunan Daerah.

Di mana peran Pemerintah?
Proyek ini kembali memantik pertanyaan lama: siapa yang bertanggung jawab jika program pemerintah tak berjalan sesuai harapan?
Diketahui pada tahun 2023 dana pembangunan kolam wisata Batue Dusun Bontomare Desa Ciromanie, Kecamatan Keera ,Kabupaten Wajo yang menelan anggaran lebih kurang empat ratus juta rupiah dan kini menuai sorotan.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak kementerian desa.
Kasat Reskrim Polres Wajo,IPTU Alvin Aji Kurniawan ketika di hubungi, Kamis (20/3) belum ada jawaban hingga berita ini dipublikasikan
Bersambung…..










