Celebesplusonline.com ( Wajo Sulsel ) — Memasuki tahun politik 2024 mendatang, masyarakat Kabupaten Wajo harus semakin dewasa dalam berpolitik dan berpolitik dengan cara yang baik.
Hal ini disampaikan Rustan,SE kepada media ini dan mengajak bersama-sama rakyat harus dewasa berpolitik dengan cara yang baik.
Yang namanya adu program, adu gagasan, adu prestasi, adu rekam jejak, cara-cara seperti itu yang harus dikedepankan.
“Jangan sampai soal politik, kita jadi bermusuhan baik keluarga maupun tetangga. Politik itu ada kalah dan menang, jadi bijak lah menyikapinya,”ujarnya saat dikomfirmasi .Senin ( 3/6/2024)
Rustan meminta kepada masyarakat agar tidak terpecah belah ketika ada perbedaan pilihan politik.
“Silahkan ada perbedaan politik atau pandangan tidak apa-apa? Ini demokrasi. Tapi jangan sampai, karena perbedaan pilihan politik tidak saling sapa,”katanya.
Perbedaan politik dalam pemilihan umum adalah hal yang biasa. Kendati demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk melihat dengan jelas rekam jejak, program, prestasi dan gagasan kandidat. “Kita harus bawa rakyat kita ke dalam kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik.
Tidak terasa,5 bulan kedepan,bertetepatan pada tanggal 27 November 2024 adalah Hari “H” Pesta Demokrasi Pilkada Serentak 2024 ,untuk wilayah pemilihan regional Sulawesi Selatan khususnya wilayah hukum pilkada serentak Kabupaten Wajo konstalasi politik yang berkembang saat ini memungkinkan skemanya pertarungan head to head .
Skema head to head ataupun tidak, ada 3 faktor yang perlu di pikirkan untuk menuju kedewasan hidup berdemokrasi yaitu partisipasi dan motivasi masyarakat yang mempunyai hak politik dalam menggunakan hak pilihnya.
Selain itu,masyarakat harus ikut
berpartisipasi dalam pengawasan partisipatif dalam penyenggaraan pemilu/pemilihan.
Dan selanjutnya,masyarakat harus faham bahwa monay politics itu Fenomena berbahaya bagi demokrasi,ungkapnya.
Untuk menghasikan pemimpin yang berkualitas dan berintegeritas harus ada kedewasasan dalam hidup “Berdomokrasi”.
Inilah tantangan kita bersama perlu ada introspeksi dalam upaya menata Demokrasi ke depan .
Fenomena sosial yang marak terjadi dalam demokrasi prosudural di Indonesia, terutama sejak pemilihan langsung sejak tahun 2004.
” Pemilih sudah sangat faham dengan istilah ” money politcs” padahal money politics adalah merupakan korupsi elektoral yang sangat mempengaruhi kebijakan pemimpin ketika terpilih,” terangnya.
Hampir semua ilmuwan politik sepakat bahwa money politic atau politik uang adalah fenomena berbahaya dan buruk bagi demokrasi karna bisa mengaburkan prinsip prinsip kejujuran dan keadilan dalam pemilu/pemilihan.
Kesadaran dan kedewasan dalam hidup berdemokrasi sangatlah urgen, karena Demokrasi merupakan gagasan yang dikembangkan warga negara dan juga sebagai wadah kepentingan memecahkan persoalan bersama, karena negara yang meletakan bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat.
“Mari kita menyambut pesta Demokrasi pilkada serentak 27 November 2024 yang lebih dewasa , lebih demokratis dan lebih bermartabat “,tutupnya.
Oleh : Rustan,SE
Editor : Sultan










