Rumah Adat Kuno Sawerigading Bakal di Bangun di Sumali Wotu dan Menjadi Aikon Wisata

Celebesplusonline.com ( Malili Luwu Timur ) — Ritual tabu gendang sebagai simbol tanda di mulai aktifitas akan di bangun rumah adat kuno Sawerigading di
Sumali,Kecamatan Wotu,Kabupaten Luwu Timur ,Provinsi Sulawesi Selatan.

Penanggung jawab Macoa Bawalipu Muhammad Aras Abdi saat di hubungi Rustan wartawan media ini,Kamis (22/6) mengungkapkan pembanginan rumah adat kuno Sawerigading akan segera di bangun di Sumali, Kecamatan Wotu,Kabupaten Luwu Timur.

” Iya betul,rumah adat kuno Sawerigading tersebut akan di bangun secepatnya dan di persiapkan lokasi tanah adat dengan
hamparan seluas 527Ha2, dimana didalam lokasi itu terdapat 7 sumur tua sebagai pertanda awal munculnya Sawerigading di tempat tersebut,” ungkap Muhammad Aras Abdi.

Senada dengan Muhammad Aras Abdi,Rahman Singara selaku ketua pelaksana kegiatan membenarkan adanya kegiatan perencanaan yang nantinya dibangun rumah adat kuno Sawerigading di Sumali Wotu.

Rahman Singara menambahkan bahwa,rencana pembangunan rumah adat kuno Sawerigading akan memiliki tiang 99 buah dengan berdiri kokoh ,dan hanya memiliki 1 tiang
sakral yang tergantung sehingga jumlah tiang secara
keseluruhan sebanyak 100 buah,ujar Rahman Singara.

“Rencana pembangunan rumah adat kuno Sawerigading ini belum melapor secara resmi ke pihak pemerintah dan kepada Dewan
Adat,tapi hal ini sudah di sampaikan ke pihak DPRD Kabupaten Luwu Timur,” sambungnya.

Adapun sistim pembangunannya terkait sumber dana menurutnya masih mengharapkan partisifasi dan gotong Royong yang akan turut
andil dalam pembangunan tersebut.

Untuk pemfaatan lahan tersebut nantinya kepada semua pihak yang akan membangun rumah adat daerah di luar Luwu, menyertai rumah adat kuno tersebut akan di siapkan pasilitas perumahan plus 1 hektar lahan perkebunan untuk di tanami buah apa saja sebagai penopan ekonomi bagi
penjaga rumah adat masing masing nantinya,tutupnya

Andi Ampa Unleng dari Kabupaten Wajo turut menghadiri undangan dalam acara ritual tabu gendang.Ampa Uleng
berpendapat tentang mamfaat akan di bangun rumah adat kuno ,sebagai Wisata Adat Religius, dan Agrobisnis, juga untuk memperkuat kelembagaan dengan membentuk forum adat
Luwu sejalan dengan aturan Kemendagri.

Lanjut Andi Ampa, dengan di bangunnya rumah adat kuno
Sawerigading bermamfaat diantaranya untuk memperlihatkan kebesaran bangsa Bugis di mata dunia,sebagai forum silaturahmi anak cucu putra Luwu yang telah menyebar di seluruh dunia dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan sebagai tempat wisata baik budaya yang Rekigius ,dan Agro bisnis.

Selain itu,menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,sebagai wahana atau tempat menciptakan dan menyalurkan bakat membuat
masakan khas tradisi dan karya seni untuk cendramata bagi pengunjung wisatawan lokal dan manca Negara tutupnya.

Diketahui,menurut sumber ” Lireq Galigo [Edisi H.Kern 1939]
Sawerigading adalah nama seorang putra Raja Luwu
Purba,Sulawesi selatan, Indonesia.

Dalam bahasa setempat Sawerigading berasal dari dua kata ,yaitu Sawe yang berarti menetas(lahir),dan Rigading yang berarti di atas bambu betung .jadi nama Sawerigading berarti keturunan
orang menetas (lahir) di atas
bambu betung.

Di mulai ketika para Dewa langit
bermufakat untuk mengisi Dunia ini ,Dengan mengirim Batara Guru anak pototoe di langit dan Nyilitomo anak Guru Ri Selleng di pertiwi(dunia bawah) untuk menjadi pengusa di bumi.jadi perkawinan keduanya lahirlah Batara Lettu.

Batara Lettu yang kelak akan menggatikan ayahnya menjadi pengusa di Luwu.jadi setelah batara lettu menggantikan Ayahnya jadi penguasa Luwu,
Batara Guru kembali ke langit, dan dari perkawinan keduanya
Lahirlah Sawerigading dan Wetenrial Sebagai anak kembar emas yaitu seorang laki laki dan seorang perempuan.

Mengenai masa hidup Sawerigading terdapat berbagai versi ahli sejarah , menurut versi Towani Tolotang di Sidenreng.

Sawerigading lahir tahun 564 M
jika versi ini di hadapkan dengan beberapa versi lain maka versi ini tidak terlalu jauh perbedaannya denga tiga versi lainnya :
-Versi Sulawesi Tenggara
Abad ke V.
-Versi Gororongtalo ,900 di
Kurangi 50=850.
-Versi Kelantan- Tengganu
710.

Penulis : Rustan,SE