Wajo  

Reses Legislator DPRD Sulsel Di Lompoloang, Kades Minta Difasilitasi Program Pertanian Terpadu

Celebesplusonline.com (Wajo Sulsel) – Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin melanjutkan kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2020/2021 di Desa Lompoloang Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, Senin (8/2/2021).

Kepala Desa Lompoloang, Abdul Rahim menyambut baik kegiatan Reses yang digelar legislator sulsel dua periode ini di daerah kepemimpinannya.

Menurutnya, kehadiran Andi Etti sapaannya, menjadi berkah bagi desanya. Mengingat, anggota DPRD memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong penganggaran dan menyukseskan program pembangunan bagi masyarakat.

Kades Lompoloang Kecamatan Pitumpanua Kab.Wajo Abdul Rahim Memaparkan Program Pertanian Terpadu Saat Reses Andi Nurhidayati Zainuddin.

“Selamat datang Ibu Andi Nurhidayati di Desa Lompoloang. Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh jajaran mengucapkan terimakasih atas kedatangan ibu di Desa kami,” ujar Abdul Rahim.

Kehadiran Wakil Ketua Komisi B tersebut, juga dimanfaatkan oleh Abdul Rahim untuk memaparkan konsep pertanian terpadu yang digagasnya dan berharap agar dapat difasilitasi mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Dari beberapa Desa yang mendampingi Bupati studi banding ke Jawa tahun lalu, hanya ada dua Desa yang siap menerapkan konsep pertanian terpadu, dan salah satunya adalah Desa Lompoloang ini. Namun tentu Kami berharap support dari Pung Etty agar bisa terwujud,” jelasnya.

Reses Andi Nurhidayati Zainuddin di Desa Lompoloang Kecamatan Pitumpanua, Selasa (8/2/2021)
Merespon hal tersebut, Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini memberikan apresiasi kesiapan Desa Lompoloang menerapkan konsep pertanian terpadu. Menurutnya, pertanian adalah sektor unggulan di tengah pandemi Covid-19.

“Tentu konsep pertanian yang dipaparkan Pak Desa tadi dan ditayangkan secara visual tadi sangat luar biasa. Saya berharap Pak Desa bisa berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten terlebih dahulu, setelah selesai di tingkat kabupaten siap memfasilitasi Pak Desa bertemu dengan dina terkait yang merupakan mitra kami di Komisi B,” jelasnya.

Selain pertanian terpadu, masyarakat juga mengeluhkan kondisi bendungan awo yang semakin hari debitnya airnya semakin berkurang. Selain itu, persoalan irigasi pengairan juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lompoloang. (Red)

Editor : Sultan