Wajo  

Terkait Pelayanan, Camat Keera Angkat Bicara, Berikut Penjelasanya

Celebesplusonline.com (Wajo Sulsel) — Aliansi Mahasiswa Wajo Bersatu (AMIWB) dengan sejumlah masyarakat Keera mendatangi kantor DPRD Wajo Kamis, 10 Desember 2020 lalu.

Andi Ahmad Ridha Camat Keera

Kedatangannya untuk mengadukan pelayanan dan sepak terjang Camat Keera Andi Ahmad Ridha, S.STP dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Keera.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan Camat Keera kepada warga sangat mengecewakan dan tidak memuaskan.

Menanggapi hal tersebut Camat Keera Andi Ahmad Ridha, S.STP saat ditemui di kantornya menyampaikan bahwa siapa tahu ada sahabat, keluarga, teman mau beli tanah di wilayah Keera sampaikan dulu kepada pemerintah setempat. Karena disini ada namanya hutang lindung,hutan produksi terbatas ada PTPN.

“PTPN XIV itu 12 ribu hektar itu lokasinya tidak jelas. Kami sudah surati ke PTPN XIV dengan ijin Bupati Wajo, disampaikan bahwa kami mau lihat 12 ribu hektar ini dimana karena sebagian bersinggungan tanah masyarakat yaitu wilayah Tanete dan Awo,” kata
Andi Ahmad Ridha saat ditemui di Kantornya, Jum’at 11/12/2020 pagi

Lebih lanjut Ahmad Ridha mengatakan di Kecamatan Keera ini ada juga Ex HGU (Hak Guna Usaha) PT Lempong dan PT Paleko.

Ini semua, kenapa kami hati – hati dan jeli karena ada warning dari PTN, Kehutanan dan PTPN, jadi masalah tanah kami harus hati-hati. Tapi yang kami rasa aman Alhamdulillah sudah banyak kami tanda tanda tangani, jelasnya.

“Bukannya kami menolak menanda tangani surat tanah warga, tapi menunda sampai bahwa tanah itu bersih tampah ada masalah,” ucapnya.

Terkait adanya tudingan dari mahasiswa dan sebagian warga terkait kekecewaan warga atas pelayanannya beliau menyikapinya dengan santai dan meminta maaf.

“Seandainya ada kata dan tingkah laku kami tidak berkenan, tolong di sampaikan, pak camat, ada begini kita komunikasikan secara ke keluargaan. Kalau ada hal-hal yang perlu kami perbaiki diperbaiki,” harap camat Keera yang baru menjabat sejak Juni lalu.

Peristiwa kemarin kami harap tidak terulang lagi, kepada warga jika memang ada keperluan dan kepentingan, saya kan tinggal di Keera untuk warga terbuka 24 jam, tambahnya.

“Sampai tengah malam itu kalau ada proposal, keterangan tidak mampu saya tanda tangani. Walaupun saya tertidur dibagunkan oleh orang tua kalau ada warga datang kerumah,” katanya.

Kecuali saya tidak ketahui,mungkin kemarin saya tidak tahu.Katanya saya lagi mandi ada yang menunggu saya. Tapi seandainya menunggu dirumah lalu saya hindari lewat pintu belakang itu baru salah, tapi kalau itu menunggu saya tidak ketahui itu bukan salah saya, tambanya.

Pada kesempatan tersebut Andi Ahmad Ridha menyampaikan kepada awak media ini bahwa pemerintah kecamatan Keera saat ini mulai melakukan pembenahan pelayanan publik .

“Keera mulai pembenahan, kami ada pelayanan call center yang bisa di hubungi oleh warga. Tujuannya agar warga tidak bolak balik kalau ada keperluannya kepada kami, jadi tinggal hubungi apa camat ada dikantor, “tuturnya.

Adapun nomor Call Center yang bisa dihubungi bisa di catat “0821-8177-7714” ini berlaku setiap hari pelayanan kantor mulai pukul 08.00 wita pagi-16.00 wita sore dan staf kami siap melayani, tutupnya.

Laporan : Bust
Editor : Sultan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *