Dugaan Mark-Down Rabat Beton Longka–Keera–Gilireng, PPK Singgung Pemberian Biaya kepada Oknum

Foto: Ilustrasi Rekanan Beri Dana ke Oknum

WAJO SULSEL— Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan rabat beton pada ruas Longka–Keera–Gilireng menjadi perhatian masyarakat. Pekerjaan tersebut diduga mengalami mark-down atau pengurangan volume maupun kualitas dari spesifikasi yang dipersyaratkan dalam dokumen pekerjaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat, pekerjaan tersebut diduga dikerjakan oleh CV Pilar Cipta dan disebut-sebut bersumber dari program Kementerian Transmigrasi.

Proyek tersebut diduga diperuntukkan untuk mendukung akses transportasi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Keera dengan kawasan transmigrasi di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.

Sejumlah warga mempertanyakan kesesuaian antara pekerjaan yang terpasang di lapangan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak. Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan volume, ketebalan, serta kualitas rabat beton.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pengukuran secara teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan kontrak yang ditetapkan.

Upaya konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait pekerjaan tersebut hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dilakukan. Redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari PPK, pihak pelaksana, maupun instansi terkait.

Apabila kemudian ditemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi atau pengurangan volume pekerjaan, hal tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada CV Pilar Cipta, PPK, serta instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai pekerjaan tersebut.

Namun, PPK Asrijal saat dikonfirmasi Redaksi Media Celebesplusonline.com pada Minggu (20/9), memberikan keterangan secara singkat. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan rekanan terkait pekerjaan tersebut.

Dalam keterangannya, Asrijal menyebut terdapat oknum yang disebut telah diberikan biaya untuk mengurus suatu keperluan, dan biaya tersebut menurutnya telah diserahkan.

Saat Redaksi Media Celebesplusonline.com kembali meminta penjelasan mengenai maksud pemberian biaya tersebut, termasuk siapa pihak yang dimaksud serta untuk keperluan apa biaya itu diberikan, PPK Asrijal menyampaikan bahwa memang ada orang yang mengurusnya dan biaya disebut telah diserahkan.

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai jenis, tujuan, serta kepada siapa biaya dimaksud diserahkan. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan lebih rinci mengenai peruntukan biaya tersebut.

Media tetap membuka ruang bagi PPK maupun pihak rekanan untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara lengkap guna memperoleh informasi yang berimbang.

( TIM )