WAJO SULSEL — Dalam suasana penuh khidmat dan keberkahan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, 2026 M digelar di Masjid Nurul Falah,Desa Kaluku,Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo,Minggu (30/8/2026), usai salat Zuhur.
Kegiatan Maulid bersama tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Pitumpanua, sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan tema Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Perilaku yang Beriman,Bermartabat, dan Bermanfaat Bagi Sesama.
Selain unsur Forkopimca, Camat Pitumpanua, Kapolsek Urban Pitumpanua, Mewakili Danramil 1406/10 Pitumpanua, turut hadir mewakili Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pitumpanua,Kepala Desa Kaluku dan Kades Lauwa,serta jajaran Pengurus Masjid Nurul Falah Kaluku.
Hadir pula Imam Masjid,BKTM Kecamatan Pitumpanua bersama anggota, para Majelis Taklim, tokoh pendidik, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Sambutan Kapolsek Urban Pitumpanua ,KOMPOL H.Muhammad Anwar, S.Sos berharap situasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) tetap terjaga dengan baik.
Ia juga mengharapkan kerja sama, dukungan, serta masukan dari masyarakat, karena keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat.
Kapolsek juga mengingatkan jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lingkungan rumah dan tempat usaha. Masyarakat diminta memastikan kompor, instalasi listrik, serta peralatan yang berpotensi menimbulkan api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, imbuhnya.
Ditempat yang sama di Masjid Nurul Falah,Camat Pitumpanua, Arriyanti Marzuki memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kaluku, panitia pelaksana, serta masyarakat setempat atas kolaborasi dan kerja sama yang baik sehingga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana dengan lancar, aman, dan penuh kebersamaan.
Ibu Camat juga mengingatkan agar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama senantiasa terpatri dalam kehidupan bermasyarakat, dengan terus menjaga budaya gotong royong serta memperkuat kerja sama demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan kondusif, cetusnya.
Dalam kegiatan tersebut, Anregurutta Dr. KM. Tamullis, SPdI, MPdI menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak untuk menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlakul karimah Rasulullah SAW, memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.


Kebersamaan Forkopimca, tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat setempat dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, aman, dan penuh keberkahan.
Semoga melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam hati, serta nilai-nilai keteladanan beliau dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
@ Kahfi #












