CELEBESPLUSONLINE.COM// WAJO SULSEL– Anggota DPRD Kabupaten Wajo, H. Mustafa, menghadiri Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digelar di Kantor Bapperida Wajo, Kamis (12/3/2026).
Forum tersebut menghadirkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimta), Dinas Perhubungan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Dalam forum tersebut, politisi Partai Gerindra itu menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait arah pembangunan daerah. Anggota DPRD dua periode itu menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus berpijak pada prinsip keberlanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut H Mustafa, pemerintah daerah perlu memastikan proyek-proyek infrastruktur yang telah dimulai pada tahun sebelumnya dapat segera dituntaskan. Hal ini penting agar konektivitas wilayah tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan dapat terpenuhi.
Anggota DPRD dapil II itu mencontohkan beberapa ruas jalan kabupaten yang perlu menjadi perhatian, di antaranya ruas Baru Tancung–Wewangrewu, Dorie Lajokka–Wewangrewu, serta Paria–Cinnong Tabi/Tosora.
“Intinya, semua ruas jalan kabupaten yang sudah dikerjakan pada tahun sebelumnya agar segera dituntaskan. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan mendasar masyarakat terhadap infrastruktur yang mantap,” ujarnya.
Selain persoalan jalan, H Mustafa juga menyoroti pembangunan Islamic Center di Kecamatan Pammana. Ia menilai perencanaan proyek tersebut perlu dievaluasi karena dinilai lebih mengedepankan aspek estetika dibandingkan fungsi utama bangunan.
Menurutnya, sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus layanan haji dan umrah, pembangunan gedung utama semestinya menjadi prioritas utama sebelum pembangunan pagar atau elemen pelengkap lainnya.
“Harusnya fungsinya dulu yang diperbesar, karena ini akan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Jangan sampai pembangunan justru memprioritaskan hal-hal yang tidak mendesak,” jelasnya.
Sebagai langkah perbaikan ke depan, Mustafa menyampaikan beberapa rekomendasi penting kepada perangkat daerah terkait. Ia menekankan pentingnya kematangan perencanaan pembangunan agar program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran.
Selain itu, ia juga menyoroti peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menurutnya harus bekerja secara profesional dan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.
“PPK tidak boleh hanya menjadi pelengkap administrasi. Mereka harus benar-benar memahami teknis pekerjaan agar kualitas pembangunan dapat terjaga,” tegasnya.
Mustafa juga meminta Dinas PUPR untuk mengoptimalkan fungsi UPTD Laboratorium dengan menempatkan tenaga ahli dan teknisi yang memiliki sertifikasi resmi. Menurutnya, keberadaan laboratorium sangat penting untuk menguji kualitas material serta memastikan mutu bangunan yang dikerjakan pemerintah daerah.
H Mustafa berharap melalui pengawasan teknis yang lebih ketat dan perencanaan yang matang, kualitas pembangunan di Kabupaten Wajo dapat semakin meningkat.“Kita ingin semua pembangunan di Wajo memiliki kualitas yang baik. Karena itu pengawasan teknis dan pengujian material melalui laboratorium harus dijalankan secara profesional,” pungkasnya.
Editor : Kahfi












